6 Jenis Waterproofing Terbaik 2020 : Sifat, Kelebihan dan Kekurangan

Jenis Waterproofing – Kebocoran dalam sebuah rumah hal yang wajar dan sudah pasti akan kita alami, terlebih ketika cuaca hujan tiba. Biasanya kebocoran dan rembesan terjadi pada bagian atap ataupun dinding rumah. Nah untuk mengatasi hal ini kita dapat menggunakan pelindung anti bocor atau waterproofing.

Waterproofing sendiri adalah prosedur yang dapat membuat suatu objek atau media menjadi tahan atau kedap terhadap. Penggunaan waterproofing saat ini sangatlah penting dan sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk melapisi bagian dak beton atau atap genteng.

Maksud dari penggunaan waterproofing ini hanya akan menjaga dan melindungi ketahanan struktur bangunan. Biasanya pelindung bangunan ini dipasang atau diaplikasikan pada bagian-bagian tertentu, seperti basement (bawah tanah), atap dan area basah lainnya.

Nah perlu kalian ketahui juga ada beberap jenis waterproofing yang perlu kalian ketahui pada pembahasan kali ini, agar nantinya tidak salah pilih. Baiklah untuk lebih jelasnya lebih baik langsung saja kita simak ulasan mendalam mengenai jenis waterproofing terbaik yang telah kami siapkan berikut ini.

Jenis Waterproofing Terbaik : Sifat, Kelebihan dan Kekurangan

Jenis Waterproofing Terbaik

Pemilihan jenis waterproofing ini sangatlah penting, mengingat kebocoran rumah dan gedung adalah suatu permasalaha yang sangat serius dan berpengaruh pada biaya perbaikan yang dapat menjulang tinggi. Umumnya kebocoran tersebut terjadi pada area-area berikut ini:

  • Basement (bawah tanah)
  • Roof Deck (dak beton)
  • Ground Water Tank (tangki air tanah)
  • Kolam renang
  • Construction joint (sendi konstruksi)

Dan apabila penggunaan waterproofing telah dilakukan namun masih tetap terjadi kebocoran, maka hal ini dapat disebabkan karena beberapa hal berikut ini;

  • Pemilihan jenis waterproofing yang kurang tepat
  • Proses pelaksanaan pekerjaan yang salah
  • Aplikator kurang berpengalaman atau ceroboh
  • Kualitas waterproofing kurang bagus

Jenis Waterproofing Terbaik

Ada beberapa jenis pelindung anti air yang dapat kalian ketahui disini, apabila dilihat dari sistemnya jenis-jenis waterproofing ini antara lain adalah:

1. Waterproofing Coating

Waterproofing Coating

Pertama kami akan membahas mengenai Waterproofing Coating. Sistem coating atau pelapisan merupakan sistem perlindungan yang berbahan dasar air. Bentuk dan wujudnya hampir sama dengan cat namun lebih kental dan juga kenyal.

Disamping itu pengaplikasiannya juga sama, yakni dengan menggunakan kuas. Bidang yang paling sering menggunakan pelindung ini adalah tangki penyimpanan air, talang beton, atap, dinding samping dan juga galvalum.

Ada kalanya juga sisitem ini berbahan dasar semen. Dalam penggunaannya, kita perlu mencampurkan semen dengan larutan cair, setelah keduanya tercampur rata maka bisa langsung di aplikasikan di bagian yang bocor.

2. Waterproofing Membrane

Waterproofing Membrane

Waterproofing ini memiliki bentuk lembaran atau gulungan. Berdasarkan bahan pembuatannya, maka dapat dibagi menjadi 2 yakni bahan dasar fiber dan juga bahan polyester. Prosedur pekerjaan membrane ini relatif lebih rumit, yakni dengan dipanasi, dibakar dan dilaminasi dengan lem.

Ada 3 jenis tekstur pada waterproofing membrane ini, pertama tekstur permukaan yang halus, kemudian berlapis pasir dan terakhir berlapis batu. Dalam penggunaannya, kita perlu hati-hati karena jika salah, resiko kebocoran akan tetap terjadi. Biasanya penggunaan waterproofing ini digunakan pada struktur dak atau atap beton.

3. Waterproofing Self Brand Adhesive

Waterproofing Self Brand Adhesive

Waterproofing yang satu ini memiliki bentuk lembaran atau flashband. Umunya lembaran tidak hanya dilapis satu lapis saja namun sampai dua lapis. Dimana lapisan pertama berfungsi untuk perekat dan yang kedua berfungsi sebagai penahan kebocoran sehingga air tidak dapat masuk atau rembes.

Bahan yang digunakan pada jenis ini terbuat dari membrane plyester dan aluminium foil atau cat penutup. Khusus untuk aluminium foil adalah bahan yang befungsi sebagai penahan kebocoran. Sedangkan yang berbahan polyester berfungsi sebagai perekat. Sistem ini diperuntukan untuk lantai, atap, talang beton dan lain sebagainya.

4. Waterproofing Integral

waterproofing integral

Kemudian ada waterproofing intergral. Waterproofing ini merupakan tipe produk yang umumnya dicampurkan dengan adukan beton sebelum di cor sehingga dapat dikatakan sebagai bagian dari campuran beton. Penggunaan pelindung ini biasanya digunakan untuk basement, bak penampungan air, kolam renang dan lainnya agar lebih plastis, kedap air, tidak mudah retak dan lebih keras dengan penghematan air hingga 30%.

5. Waterstop

Waterstop

Yang satu ini merupakan bahan pencegah bocor yang dapat diaplikasikan pada sambunga-sambungan beton. Pada dasarnya beton waterproof yang sudah dipadatkan dengan baik tidak akan mengalami rembesa. Itulah sebabnya sambungan-sambungan pada beton dan lubang yang menembus beton waterproof harus diberikan perhatian secara penuh dengan menutupinya menggunakan waterstop.

Waterstop juga memiliki sifak lentur yang terbuat dari bahan butyl rubber yang mampu mengembang sekitar 10 hari setelah terekspos oleh air. Untuk hasil yang maksimal, pemakaian waterstop dapat dipadukan dengan lem yang memiliki daya rekat kuat walaupun dipasang pada beton yang lembab atau basah.

6. Waterproofing Crystallising

Waterproofing Crystallising

Dan yang terakhir adalah waterproofing crystallising. Pelindung anti air ini dipasang pada permukaan beton baik dengan sistem positif atau negatif dan dapat juga dicampur kedalam beton yang belum dicor agar lantai dan dinding beton menjadi kedap air.

Komponen aktif pada waterproofing crystallising ini akan masuk dan meresap ke dalam pori-pori beton, hasil reaksi mengubah menjadi kristal pada permanen sehingga beton aman dari tembusan air. Dengan adanya waterproofing yang satu ini, sangat cocok digunakan untuk lantai dan juga dinding beton yang bertekanan air tinggi seperti basement, tunnel, ground tank, waduk dan lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan

Perlu kalian ketahui juga bahwa ada beberapa kelebihan dan juga kekurangan salah satu pelapis anti bocor ini, antara lain adalah sebagai berikut:

Kelebihan Waterproofing Membrane

  • Pemasangan mudah karena waterproofing membrane ini memiliki bentuk lembaran yang cukup dibakar pada saat pemasangan.
  • Waterproofing membrane lebih tahan lama, terlebih ketika lapisan ini tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Lapisan karet waterproofing membrane tahan terhadap paparan bahan kimia sehingga lebih awet.
  • Karet waterproofing membrane ini juga sangat kuat, tidak mudah robek karena memiliki sifat kelenturan yang tinggi.

Kekurangan Waterproofing Membrane

  • Harga waterproofing membrane ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tipe yang lainnya.
  • Waterproofing membrane memang kuat dan elastis, namun tingkat elestisitas ini akan berkurang kalau terlalu sering terpapar sinar matahari langsung.
  • Ketika ada kebocoran lebih sulit untuk dideteksi karena bagian yang dilapisi sudah tertutup oleh lapisan waterproofing membrane.

Nah itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai jenis waterproofing yang dapat kalian simak diatas. Baiklah mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua. Jangan lupa juga baca artikel lain mengenai harga cat pelapis anti bocor yang telah bursabajaringan.com sampaikan di postingan sebelumnya.

You May Also Like

About the Author: indra

Motto Dalam Hidup Selalu Rajin Dan Banggakan Kedua Orang Tua